Minggu, 01 April 2012

Arti Al-Qur'an


AL-QUR’AN


Definisi Qur’an :
1.          Menurut bahasa Qur’an adalah bacaan
2.   Menurut resminya/ istilah adalah redaksi Illahi atau pembicaraan Allah yang diturunkan kepada rasul-NYA Muhammad saw yang isinya terdiri dari ayat-ayat dan ajaran yang bijaksana (berbentuk  kata-kata, tulisan yang terhimpun diantara dua jiid (kulit) mushaf.
3.      Menurut Syariat adalah petunjuk untuk manusia dan penjelas dari petunujuk dan pembeda, (2/185) itulah bentuk Hudan yang kongkrit.
a.       maka Hudan adalah gambaran huruf-huruf yang berlafaz mempunyai ma’na yang luas/ dalam dan dia terkumpul diantara dua kulit mushaf.
b.   sedangkan Bayinat adalah : yang dalam bentuk kenyataan (kongkrit) itulah tanda-tanda yang nyata di alam ini.
c.    dan Furqon adalah yang memisahkan diantara dua yang berlainan/berlawanan sebagai kesimpulan ma’na Hudan dan Bayinat (membedakan antara kesimpulan ma’na Hudan dan Bayinnat disatu pihak dengan lainnya dilain pihak).

Maka Qur’an dengan rumus tiga (Hudan, Bayinat, Furqon) sebagai mana yang dijelaskan Allah :QS.  29/48-49 dan Allah misalkan dengan pohon yang baik (akar, batang, buah), dalam QS. 14/24-25.
            Maka di dalam perumpamaan khusus ini telah panjang lebar, maka marilah kita perhatikan bacaan tentang  Prinsip Tiga , ini penting! Karena Prinsip Tiga itu sebagai kebenaran (yang Haq), yang demikian itu.

Al-Ashlu         (akar)               sebagai            Hudan       
Al-Far’u         (batang)            sebagai            Bayyinah
Al-Ukul           (buah)              sebagai            Furqon

ini adalah rumus Prinsip Tiga
            Qur’an yang sebenarnya itu adalah wahyu Illahi yang tidak bersuara dan tidak berhuruf, tetapi dia ayat yang nyata/kongkrit yang berakar (Al-Ashlu) dan tersimpan di dalam dada orang-orang yang di beri ilmu sebagaimana di jelaskan Allah SWT.
Untuk rumus Qur’an yang Tiga tersebut ada bacaan-bacaan yang berbeda yang di khususkan antara satu dan yang lainnya.
1.      Maka bacaan ‘HUDAN’ adalah dengan ‘TADABARUN’ (meneliti) lihat QS. 47/24.
2.      Bacaan BAYYINAH adalah dengan ‘TAFAKARUN’ (diffikir/analisa) lihat QS 3/191.
3.      Bacaan ‘FURQON’ adalah dengan ‘TABAYUN’ (penegasan/kongkrit/tegasin) lihat QS. 49/6.

Dan perintah baca yang pertama-tama diturunkan kepada hamba-NYA Muhammad SAW (iqra) yaitu bacaan bayinah (huruf kasar) akan tetapi tidak menjadi petunjuk  karena belum diturunkan secara sempurna kecuali  yang asli (awal dari yang pertama kali), yaitu ayat al-alaq sebagaimana telah kita bicarakan dan pada saat itu terpeliharalah di dalam dadanya.
            Kemudian bacaan Qur’an dengan cara-caranya yang tiga tersebut : (Tadabur, Tafakur, Tabayun) mesti menjadikan ; sebagaimana Firman Allah QS. 75/16-19, yakni jangan tergesa-gesa dalam membacanya. Dan cara membacnya ikutilah cara bacaan Allah, kemudian Allah memperkuat dengan Firman-NYA QS. 20/114.  7/106. Demikianlah cara membaca Qur’an disisi Allah. Jadi kalau kita mau membaca Qur’an ikutilah bacaan sebagai mana  Muhammad saw membacanya karena cara bacaan Muhammad adalah cara bacaan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar